Cerita Pertama Imas Sinusa
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Perkenalkan, aku Imas Siti Nursaadah..
Mamah ku memberi nama tersebut sebagai do'a semoga anak pertamanya ini bisa menjadi "cahaya kebahagiaan" untuk keluarga, umumnya untuk semua ummat manusia. Aaamiiinnn
Sebelum memberi "cahaya kebahagiaan", seyogyanya aku harus bisa berbahagia terlebih dahulu. Namun saat dulu aku belum bisa menemukannya, dan dulu ternyata syarat bahagia ku berat sekali.
Aku dulu berfikir jika ingin bahagia, harus punya uang yang banyak, punya mobil, punya rumah bagus, punya teman yang kaya dan syarat yang berat lainnya.
Ternyata fikiran ku saat itu SALAH BESAR.
Setelah menjalani proses kehidupan yang berliku, akhirnya aku menemukan makna bahagia sesungguhnya.
Kamu tau apa itu makna bahagia sesungguhnya ? Ternyata makna bahagia yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu mensyukuri setiap nikmat yang sudah Allah anugerahi kepada kita.
Itu yang sering terlupakan.
Jika kita tafakuri diri, banyak sekali nikmat yang Allah anugerahkan ke diri ini.
Salah satunya nikmat melihat dengan jelas, apakah itu sebuah keajaiban ?
Mungkin sekarang belum terasa bahwa nikmat melihat itu keajaiban.
Tapi sekarang bayangkan ! Berapa banyak manusia seperti kita yang terlahir kedunia, tidak Allah izinkan melihat karena kecelakaan kah atau bahkan sejak lahir ?
Banyak ya..
Dan bayangkan lagi, jika aku punya uang 1M akan ku berikan kepadamu.
Tapi dengan syarat, nikmat kedua mata mu aku cabut, saat ini juga ! Kamu mau ?
Mayoritas kita akan jawab tidak.
Masya Allah yah, setelah ditafakuri atau ditelaah lebih dalam, kita baru sadar bahwa di dalam diri kita sebenarnya banyak sekali keajaiban, namun kita sering tidak sensitif dengan sinyal keajaiban yang ada di diri kita, karena kita sering fokus pada hal yang belum kita miliki. Sehingga kita sampai lupa mensyukuri yang sudah Allah anugerahi.
Semoga tulisan ini memiliki secercah cahaya dan menjadi alasan untuk kamu bahagia, detik ini juga.
Karena bahagia itu di ciptakan dengan syukur.
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarakatu
Comments
Post a Comment